Mad Arid Lissukun
Apabila ada mad thobi’i atau mad laein di akhir kalimah atau diwaqafkan (diberhentikan, berlaku untuk bacaan yang sengaja dihentikan meski tidak ada tanda waqaf atau bukan akhir ayat), maka dihukumi mad Arid Lissukun مد ارد لسكون
Contoh:
اَلْحَمْدُ لِله رَبِّالْعَا لَمِيْنَ dibaca Alhamdulillahirobbil a~lamiin (dalam surat al fatihah ayat 2)
Maka hukum bacaan lamiiin adalah mad Arid Lissukun, panjangnya 6 harakah. Karena ada mad thobi’i (ي mati (sukun) bertemu fatah) di akhir kalimah.
Contoh lainnya:
لِاِ يْلٰفِ قُرَيْشِ dibaca Li iilaa di quraiiiish (dalam surat al Quraisy ayat 1)
Maka hukum bacaan quraiiish adalah mad Arid Lissukun, panjangnya 6 harakah. Karena ada mad laein di akhir kalimah.
NOTE:
mad thobi’i atau mad laein hanya dihukumi mad Arid Lissukun jika bacaan dihentikan, jika bacaan berlanjut, maka hukum mad tetap seperti semula.
Contoh bacaan dilanjutkan:
اَلْحَمْدُ لِله رَبّالْعَالَمِيْنَ ٥ اَلرّحْمٰنِ الرَّحْمَانِالرَّحِيْمِ
dibaca alhamdulillahirobbil aalamiinarrohmaniirohmaanirrohiim (al fatihah ayat 2 dan 3)
Maka hukum bacaan aalamiina adalah mad thobi’i, bukan mad Arid Lissukun, panjangnya 2 harakah. Kenapa? Karena bacaannya dilanjutkan (washal) dan tidak diberhentikan (diwaqafkan).
Apabila ada pertanyaan atau masih belum faham, boleh ditanyakan di kolom komentar. Mohon maaf jika ada kesalahan, terimakasih.

Komentar
Posting Komentar